April 25, 2012

PRO KONTRA FINGERPRINT TEST

Oleh : Teguh Sunaryo

Direktur DMI Primagama

 

 INTRODUCTION.

Sudah menjadi hal yang wajar bila ada barang baru pasti ada pro dan kontra. Terlebih produk itu bersifat padat teknologi dan padat harga (mahal). Terhadap cara dan tahap  pembelian komputer saja terkadang didalam suatu keluarga masih banyak yang pro dan kontra. Mau pilih merek yang ternama harganya mahal, mau beli yang murah kok takut tidak berkualitas, mau beli merek yang baru belum teruji, sementara mau beli merek yang lama kok model dan serinya  sudah tidak lagi up to date, mau beli yang gress dan up to date juga mahal (bahkan cara menggunakannya juga sudah menggunakan cara yang baru yang mungkin kita masih ragu dan belum familier). Setelah mau beli, juga masih pikir-pikir. Beli yang portable berupa laptop yang bisa dijinjing kemana-mana atau mau beli yang desktop yang tidak bisa diangkat kemana-mana.

Yang menjadi tidak wajar adalah bila pro dan kontra itu sudah menjurus kepada debat kusir dan emosi yang tidak menunjukkan tingkat kedewasaan yang memadai. Sebagian dari kita masih sangat sekuler saat berdebat karena belum mampu memaknai dan mengamalkan prinsip ”perbedaan pendapat adalah rahmat”, yang pintar menjadi sombong karena merasa paling tahu sementara yang pas-pasan merasa perlu juga untuk unjuk kebolehan seberapun bekal yang dimilikinya . Sehingga keduanya merasa paling benar sekaligus perlu manyalahkan pihak lain. Kalau kondisinya sudah seperti itu pastilah pilihan kata-kata yang ”tidak pantas dan tidak santun” akan keluar dengan entengnya. Dan saya yakin ketika waktu kemudian berlalu mereka akan menertawai diri mereka masing-masing (atau bahkan masih saling mengolok dan mempermalukan pihak lain).

Saya berpendapat pada akhirnya kita akan tetap menjadi ”diri kita sendiri-sendiri” dan apapun keputusannya kitalah yang harus memutuskan sendiri sekaligus siap menerima apapun konsekuensinya (tertinggal atau maju, terdepan atau terbelakang, kuno atau modern, paham teknologi atau gagap teknologi, menjadi orang yang cepat atau menjadi orang yang lambat, berpikir menjadi positif atau berpikir menjadi negatif).

METODA MENGENALI BAKAT.

Bakat adalah kemampuan bawaan / alamiah yang merupakan potensi (potential ability) yang masih perlu dikembangkan atau dilatih agar terwujud (sumber Alex Sobur, 2003, hal 180). Sementara menurut Bannet (1952) Bakat adalah kondisi atau rangkaian karakteristik yang dipandang sebagai gejala kemampuan individu untuk memperoleh pengetahuan, ketrampilan atau serangkaian respon melalui latihan-latihan.

Ada tiga tahapan kemajuan ilmu pengetahuan untuk mengenali bakat seseorang. Pertama, adalah pengenalan bakat berbasis pengalaman (traditional experience). Ini adalah upaya orangtua untuk mengenali bakat anaknya sejak dalam kandungan sampai ia dewasa, sejauh masih hidup berdampingan dan bersama-sama dengan kedua orangtuanya. Keunggulannya sangat akurat, tetapi bisa diketahui setelah anaknya menjadi orang yang sukses atau menjadi orang yang gagal. Ketika sukses orangtuanya akan memberikan penilaian ”benar bakat anak saya sungguh sesuai dengan apa yang saya duga”, sementara bila gagal orangtua akan mengatakan ”sudah saya duga karena kehidupan anak saya tidak sesuai dengan bakat yang dimilikinya”. Anehnya apapun pernyataannya keduanya diberikan saat anak sudah terlanjur sukses atau terlanjur gagal, sehingga nampak nyata bahwa perjalanan kehidupan yang seperti itu tidak ada aspek perencanaan ”hidup tidak bay design” tidak ada planning dan sangat alamiah. Kelemahan model pengenalan bakat berbasis pengalaman adalah membutuhkan waktu yang sangat lama, tidak efisien dan tidak ada pengakuan baik legal formal maupun sosial psikologis dari pihak luar. Orangtua mengenali bakat anaknya dianggap sudah wajar dan bersifat subyektif, alamaiah dan sangat personal (sulit diduplikasi dan sulit diaplikasikan bagi anak yang lainnya). Kedua, adalah pengenalan bakat berbasis tes (wawancara maupun tertulis). Keunggulan metode ini adalah bisa diaplikasikan kepada siapapun sejauh peserta tes bisa membaca, menulis dan berhitung. Bisa menggambar dan berbicara. Tetapi bagi anak usia balita maupun batita alat uji tersebut belum bisa digunakan. Pertanyaannya adalah apakah anak balita dan batita tidak perlu dikenali bakatnya ? Apakah orang dewasa yang tidak bisa calistung, tidak bisa menggambar atau tidak bisa bicara itu berarti tidak memili bakat ? berarti harus ada alat jenis lain yang bisa digunakan untuk mengenali bakat mereka itu. Kelemahan alat tes tersebut juga sangat bergantung pada kondisi kejiwaan seseorang pada saat di tes. Pada kondisi sedih dan sakit tentu hasilnya akan rendah. Pada kondisi gembira dan sehat tentu hasilnya akan baik. Sedangkan pada kondisi “dipersiapkan oleh sang pakar” hasil tesnyanya akan semakin sempurna walau sesungguhnya masih dalam kondisi tidak maksimal. Kesimpulannya adalah mudah berubah-ubah dan tidak stabil. Ketiga, adalah pengenalan bakat berbasis deteksi dengan teknologi. Alat ini mampu menggenapi dan menyempurnakan apa yang menjadi kekurangan pada tahap pengenalan bakat yang pertama maupun yang kedua. Dengan deteksi teknologi, pengenalan bakat yang membutuhkan waktu yang sangat lama (bertahun-tahun) akan menjadi lebih cepat. Yang berubah-ubah menjadi lebih baku dan permanen (karena bakat bersifat alamiah dan bawaan). Balita maupun dewasa yang tidak bisa calistung, tidak bisa menggambar dan tidak bisa bicara, tetap bisa dideteksi bakat alamaiahnya secara ilmiah. Anak autis atau anak yang berkebutuhan khusus lainnya juga bisa dideteksi dengan alat ini. Caranya adalah dengan menganalisa kesepuluh sidik jari tangan melalui scaner, kemudian diproses melalui sistem komputer yang handal dan akan menghasilkan peta potensi diri (bakat) otak kanan atau otak kiri serta kedelapan kecerdasan versi Howard Gardner (Multiple Intelligence). Bagi orang tertentu, katanya kelemahan alat ini adalah relatif cukup mahal. Tetapi bagi sebagian yang lain mengatakan bahwa harga yang ditawarkan adalah sangat sebanding dengan manfaat penting yang akan diterima, apalagi untuk kepentingan pemilihan pendidikan dan karir bagi masa depan anak-anak dimana kompetisi hidup semakin ketat dan kompleks.

BAKAT DAN PENDIDIKAN ANAK-ANAK.

Ada dua cara pengembangan bakat menuju capaian prestasi puncak yang diinginkan. Pertama, adalah melalui proses edukasi personal, yaitu tingginya komitmen diri untuk mengenali bakat, kemudian tumbuhkan minat yang sesuai dengan bakatnya, berikutnya adalah menjagai sikap agar tetap sungguh-sungguh dan profesional untuk konsisten pada jalur yang telah ditetapkan. Ada tiga variabel pada model pertama ini yaitu : Bakat, Minat dan Sikap. Dengan komitmen dan konsistensi yang tinggi maka kecenderungan pencapaian prestasi puncak anak akan relatif mudah diraih. Ada sebagian kita yang masih memiliki persepsi keliru bahwa minat anak kita sering dianggap bakat. Minat dan bakat adalah sesuatu yang berbeda. Kedua, adalah melalui proses edukasi kultural, yaitu mengenali bakat terlebih dahulu, kemudian mencari pendidikan yang sesuai, berikutnya adalah menetapkan lingkungan yang mendukung atas bakat dan pendidikan yang kita pilih. Ada tiga variabel pada model yang kedua ini yaitu : Bakat, Pendidikan dan Lingkungan. Dengan komitmen dan konsistensi yang tinggi maka kecenderungan pencapaian prestasi puncak anak akan relatif mudah diraih. Dari kedua model edukasi tersebut dapat disimpulkan betapa pentingnya mengenali bakat anak-anak kita terlebih dahulu sebelum melangkah pada proses edukasi yang berikutnya. Memilih pendidikan itu penting, tetapi mengenali bakat terlebih dahulu itu jauh lebih penting. Semakin dekat bakat dengan cita-cita maka semakin mudah untuk meraihnya.

BAKAT DAN KARIR / PERSIAPAN PENSIUN.

Bagi anda yang ingin menjadi pegawai dimanapun anda akan bekerja, maka potensi otak kiri harus lebih dominan dari pada potensi otak kanan. Dan bagi anda yang akan mencoba menjadi pengusaha, potensi otak kanan harus lebih dominan bila dibandingkan dengan otak kiri. Dan itu bisa diketahui melalui deteksi dermatoglyphics multiple intelligence (DMI). Anda tidak harus mengubah potensi anda, tetapi anda tinggal mengembangkan saja apa yang sudah menjadi potensi unggulan anda. Mengembangkan bakat unggulan akan relatif lebih mudah bila dibandingkan dengan mengembangkan bakat lemah anda. Sekali lagi bakat jangan dilawan (diubah) tetapi dikembangkan saja sesuai dengan bakat unggulan yang telah tersedia dan telah dikenali. Jenis karir dan bidang usaha bisa dilihat dan bisa dipilih melalui kedelapan kecerdasan yang ada.

Bagi anda yang akan memasuki usia pensiun pun demikian, anda harus memilih jenis aktifitas yang sesuai dengan bakat anda. Dengan demikian hidup lebih bisa dinikmati dan dikembangkan. Kesehatan dan kesejahteraan lahir dan batin akan lebih mudah untuk diwujudkan dan itu semua membutuhkan suatu ikhtiar yang tidak reguler. Kalau anda ingin hasil yang luar biasa maka jangan melakukan dengan cara yang biasa.

Apapun pilihan anda, mengenali bakat itu jauh lebih baik dari pada tidak kenal sama sekali. Peduli pada diri sendiri secara optimal adalah bagian dari persiapan menuju masa depan yang jauh lebih baik. Dan kesuksesan itu akan datang dengan dipersiapkan sekaligus diperjuangkan, tentu dengan ijin Tuhan YME melalui kemajuan perkembangan ilmu dan teknologi.

Anda berminat silahkan mencoba selagi masih ada kesempatan (sekarang kondisi anda masih sehat, masih cukup rezeki, punya masa depan dan sementara pelayanan kami pun masih tersedia). Bila anda belum berminat atau bahkan tidak akan pernah berminat sekalipun, toh selama ini kita tidak pernah punya masalah dan tidak pernah terlibat konflik yang merusak tali silaturahmi. Apapun pilihan anda, kami menghargai, menghormati dan menghaturkan banyak terimakasih, Semoga Allah senantiasa memberikan yang terbaik bagi kita semua. Amiin

—————————————————————————————

Tulisan ini dipersembahkan oleh :

Manajemen PT. DMI INDONESIA

(Under Lisence Brainy Lab. PTE. LTD. Singapore & Colaboration With Comcare Group Singapore)

—————————————————————————————

Kantor Pusat DMI :

GRAHA POGUNG LOR

No : 2 – 4 lantai 1

Jl. Ring Road Utara Pogung Lor Yogyakarta

Telp : 0274 – 625 168 ; 530 6600 ; 530 6601

Fax : 0274 – 530 6602

CP : Eko : 085 328 012345 ; Teguh : 085 643 383838

E-mail : teguh@dmiprimagama.com

—————————————————————————————

April 25, 2012

PRO KONTRA LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR

Oleh : Teguh Sunaryo

Staff Ahli GM Primagama & Direktur PT. DMI INDONESIA

  Setiap fakta selalu ada fenomenanya, dan setiap fenomena selalu ada pro dan kontranya, tidak terkecuali dengan adanya Lembaga Bimbingan Belajar. Ada yang melihat secara positif tetapi juga ada yang melihat secara negatif. Pada akhirnya sepakat atau tidak sepakat, jika sesuatu yang menjadi obyek pro dan kontra itu bermanfaat bagi publik maka kehadirannya akan selalu dibutuhkan dan diharapkan dan sebaliknya apabila ia tidak memberikan manfaat atau nilai tambah maka dengan sendirinya walau kita dorong-dorong maka ia akan punah juga. Nah dengan demikian apa yang harus kita risaukan atas kehadiran “segala sesuatu” jika nyata-nyata hal tersebut tidak membawa kemudharatan, dan nyata-nyata membawa manfaat bagi mereka yang telah menggunakannya (maaf bagi yang tidak menggunakan tentu tidak bisa merasakan).

Dalam kesempatan ini ada beberapa pertanyaan yang harus kita sampaikan secara lebih obyektif dengan adanya Lembaga Bimbingan Belajar :

  1. Secara hukum legal atau tidak legal ? Sah atau tidak sah ?
  2. Secara akademis, penyelenggara Lembaga Bimbingan Belajar itu orang akademis berpendidikan atau bukan ? Punya nilai akademis tidak ?
  3. Produk bimbel itu halal atau tidak ?
  4. Lembaga Bimbingan Belajar itu bermanfaat atau tidak ?

Nah selama keempat pertanyaan itu bisa dijawab dengan jujur, baik dan benar maka tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa Lembaga Bimbingan Belajar itu adalah sebagai makhluk yang menakutkan dan mengancam. Mari kita telusuri dan kita jawab pertanyaan tersebut satu persatu dengan hati yang tulus dan pikiran yang jernih.

FAKTA HUKUM

Menurut UU No 20/2003 tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL ditegaskan bahwa sistem pendidikan nasional terdiri dari 3 (tiga) jalur pendidikan; yaitu pendidikan FORMAL, NONFORMAL dan INFORMAL. Lembaga Bimbingan Belajar masuk dalam jalur Pendidikan Non Formal (PNF) sedangkan pembinaannya masuk pada tanggungjawab Ditjen Diklusepora dalam Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan. Sedangkan aturan lebih rinci untuk pembinaan terhadap kursus ini diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kepmendikbud) Nomor 0151/U/1977 tentang Pokok-pokok Pelaksanaan Pembinaan Program Pendidikan Luar Sekolah yang diselenggarakan masyarakat.
Pengertian kursus dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Luar Sekolah, Pemuda, dan Olahraga (Kepdirjen Diklusepora) Nomor: KEP-105/E/L/1990 sebagai berikut:

Kursus pendidikan luar sekolah yang diselenggarakan masyarakat selanjutnya disebut kursus, adalah satuan pendidikan luar sekolah yang menyediakan berbagai jenis pengetahuan, keterampilan, dan sikap mental bagi warga belajar yang memerlukan bekal dalam mengembangkan diri, bekerja mencari nafkah dan melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Kursus dilaksanakan oleh dan untuk masyarakat dengan swadaya dan swadana masyarakat.

Dari beberapa informasi tersebut diatas maka jelas bahwa keberadaan Lembaga bimbingan Belajar adalah resmi, legal, sah dan diatur dalam Undang-undang Negara Republik Indonesia. Maka bagi siapa saja yang menggugat keberadaan kursus atau Lembaga Bimbingan belajar perlu dipertanyakan wawasan nasionalismenya, dimanakah pemahamannya tentang Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Dimanakah pengakuannya terhadap keberadaan suatu Undang-Undang. Terlebih jika yang menggugat keberadaan lembaga kursus tersebut adalah seorang PNS, jangan-jangan iapun jadi pegawai tidak legal karena tidak memahami arti dan makna sebuah perintah Undang-Undang.

FAKTA AKADEMIS

Penyelenggara lembaga kursus (termasuk Lembaga Bimbingan Belajar) adalah orang-orang yang pernah kuliah, bahkan sebagian besar pernah kuliah di PTN ternama di Indonesia. Lembaga Bimbingan Belajar adalah kumpulan dari para alumni dari ilmu keguruan dan sekaligus alumni dari universitas ternama, sehingga reltif lebih dinamis dan berkualitas. Banyak para tenaga pengajarnya IP nya tinggi-tinggi. Pengajar matematikanya pun tidak hanya berasal dari jurusan matematika pada ilmu keguruan tetapi juga kombinasi dari Fakutas MIPA dari sebuah universitas (bukan keguruan), dari Fakultas Teknik, dll. Sedangkan tenaga pengajar biologinya juga tidak hanya berasal dari jurusan biologi keguruan, tetapi juga berasal dari Fakultas Biologi universitas, dari Fakultas Kedokteran, dst. Nah jadi secara akademis keilmuannya tidak boleh dipandang dengan sebelah mata. Maaf, rata-rata nilai anak SMA yang tertinggi itu masuk kuliah, pilihan utamanya adalah di sebuah universitas bukan di ilmu keguruan. Jadi kebanyakan mereka yang menjadi tenaga pengajar di Lembaga Bimbingan Belajar adalah anak-anak bangsa yang berprestasi.

PRODUK BIMBEL

Ada dua macam produk bimbingan belajar, yaitu modul sebagai sarana belajar dan intruktur sebagai tenaga pengajar. Modul yang dikeluarkan oleh Lembaga Bimbingan Belajar bisa dininai dan dievaluasi, semua pelajaran eksaknya atau IPA nya rumusnya sama dengan sekolah formal yang rumus-rumus dasarnya juga diimport dari simbah Einsten dan teman-temannya dari negeri seberang sana.  Kualitas tenaga pengajarnya juga banyak yang merangkap kerja menjadi Guru di sekolah-sekolah ternama. Jadi dengan produk bimbel apa yang aneh ? Latihan soal-soalnya juga diambilkan dari beberapa soal yang pernah keluar dari UNAS dari UMPTN dan sejenisnya yang telah dikeluarkan oleh lembaga resmi pemerintah (Kemendiknas). Sehingga jika ada yang aneh tentang bimbel itu letaknya dimana ? Atau pada cara mengajarnya ? Kalau yang disoroti tentang cara mengajarnya dan metoda pengajarannya itu adalah seni dan hasil kreasi, jika tidak percaya bisa dilombakan saja antara kelompok pro bimbel dan anti bimbel mana yang lebih cerdas dan lebih terampil ? Mana yang lebih jujur dan lebih sportif ? Agar semua lebih transparan, terbuka dan disaksikan oleh publik, agar lebih ilmiah dan lebih barokah.

MANFAAT BIMBEL

Sebenarnya yang paling berhak menilai besarnya manfaat atas sebuah produk adalah penggunanya itu sendiri. Bagaimana bisa bercerita secara detail dan mendalam jika menggunakan saja kita belum pernah. Nah untuk manfaat bimbel yang paling utama adalah :

  1. Membiasakan anak didik untuk selalu rajin belajar baik disaat di sekolah maupun diluar sekolah.
  2. Membiasakan berkompetisi antar siswa antar sekolah agar tidak menjadi jago kandang.
  3. Membiasakan belajar antar siswa antar sekolah agar terjadi jaringan antar pelajar antar sekolah untuk mengurangi perkelahian pelajar antar sekolah dan menciptakan ukuwah tanpa membedakan kasta (Menjauhkan kesan sekolah/ kampus sebagai menara gading). Sekolah Negeri dan Sekolah Swasta, Sekolah Kota dan Sekolah Desa. Prestasi bisa hadir di Kota dan di Desa, di Negeri dan Swasta. Kebiasaan baik bisa tumbuh dimana-mana, banyak orang istimewa lahir dari orang biasa.
  4. Membantu meningkatkan daya juang siswa, dimana anak-anak yang ikut bimbel sehabis pulang sekolah bukannya langsung tidur siang tetapi malah pergi belajar ke bimbel.
  5. Mencari ilmu tidak harus menunggu gagal terlebih dahulu, ikut bimbel tidak harus menunggu sekolahannya jelek terlebih dahulu, sekolahannya bagus sekalipun yang namanya menuntut ilmu itu berlaku sepanjang hayat.
  6. Sebagai “tempat bermain” yang positif, dimana banyak orangtua, ayah dan ibu, yang kedua-duanya sibuk mencari nafkah diluar rumah. Sehingga sebagian orangtua siswa bimbel menganggap bimbel adalah “Taman Pintar” bagi putra-putrinya.
  7. Saat anak-anak ada diluar jam sekolah, mereka memiliki kemerekaannya sendiri untuk mengisi dan mengelola waktu pribadinya, sehingga guru dan pendidik tidak perlu tersinggung selama kegiatan yang dipilihnya bersifat positif, terlebih ikut bimbel sepulang sekolah, ikut nonton sepakbola saja mereka bebas merdeka, main ke mall dengan ortunya, dst, juga halal.
  8. Mengurangi rasa cemas menghadai unas dan menambah rasa pede menghadapi momentum tes. Tidak perlu bocoran soal, kunci jawaban gelap, dan tim sukses yang ilegal.
  9. Mengurangi angka ketidaklulusan suatu sekolah dan suatu daerah (Provinsi, Kota, Kabupaten).
  10. Meningkatkan kecerdasan dan nilai para siswa di sekolah.

KESIMPULAN

  1. Bahwa ada bimbel yang baik dan bermasalah itu fakta, sebagaimana ada pula sekolah yang baik dan sekolah yang bermasalah.
  2. Bahwa kemajuan generasi muda anak bangsa itu tanggungjawab bersama adalah fakta, maka perlu kerjasama yang baik antara sistem pendidikan informal, formal dan nonformal, sebagaimana telah diatur di dalam Undang-Undang, bukan malah mengkhianati Undang-Undang.
  3. Bahwa mencari pekerjaan yang layak adalah hak setiap orang yang telah diatur menurut Undang-Undang itu fakta dan harus dihargai.
  4. Bahwa menuntut ilmu itu hak setiap orang, termasuk bagi orang yang belum cerdas maupun yang telah cerdas sekalipun. Siswa yang posisinya rangking satu dikelaspun tidak ada larangan ikut bimbel apalagi yang belum juara. Ini berarti tidak selamanya saat ada siswa masuk ikut bimbel bisa disimpulkan bahwa sekolahannya dan gurunya sedang bermasalah.
  5. Bahwa setiap insan intelektual itu harus menunjukkan sikap yang intelektual pula, menerima sesuatu secara intelektual, menolak sesuatu juga secara intelektual, termasuk mengomentari sesuatu juga secara intelektual, proporsional dan profesional.
  6. Dalam era reformasi dan demokratisasi ini melihat segalanya serba mungkin, hargailah perbedaan pendapat dan biarkan setiap siswa dan warga dunia bebas menentukan pilihannya selama tidak melanggar norma-norma sosial kemasyarakatan dan norma hukum yang berlaku pada suatu negara.
  7. Lembaga Bimbingan Belajar telah mampu dan membuktikan untuk mempertemukan orang-orang yang hobi mengajar secara profesional dan bertanggungjawab, baik dari kalangan ilmu keguruan mapun dari kalangan non keguruan (universitas non kependidikan). Di bimbel mereka bisa kompak duduk sama rendah berdiri sama tinggi dengan satu tujuan siswa-siswanya senang belajar dan semangat berprestasi.
  8. Semua Lembaga Bimbingan Belajar akan sangat terbuka untuk bekerjasama dengan pihak sekolah, tetapi apakah pihak sekolah akan sama terbukanya juga untuk bekerjasama dengan suatu Lembaga Bimbingan Belajar. Disitulah nampaknya pemahaman kita sebagai warganegara terhadap Undang-Undang harus lebih ditingkatkan, dan pemahaman akan arti suatu esensi kerjasama lebih diperdalam lagi. Tolaklah produk yang buruk, jangan menolak sesuatu hanya karena asumsi apalagi hanya karena jaga image (jaim) semata.
  9. Persoalan bangsa sudah cukup berat, mari kita bahu membahu untuk berjamaah dan bekerjasama dalam kebaikan, jangan saling berburuk sangka, dan kuatkan persatuan menuju bangsa bermartabat, berkualitas, transparan, jujur dan berkeadilan.

Semoga tulisan dan pemikiran ini menjadi renungan kita semua, dan berguna bagi kemajuan pendidikan di Indonesia. Terimakasih.

—————————————————————————————

Tulisan ini dipersembahkan oleh :

Manajemen PT. DMI INDONESIA

(Under Lisence Brainy Lab. PTE. LTD. Singapore & Colaboration With Comcare Group Singapore)

—————————————————————————————

Kantor Pusat DMI :

GRAHA POGUNG LOR

No : 2 – 4 lantai 1

Jl. Ring Road Utara Pogung Lor Yogyakarta

Telp : 0274 – 625 168 ; 530 6600 ; 530 6601

Fax : 0274 – 530 6602

CP : Eko : 085 328 012345 ; Teguh : 085 643 383838

E-mail : teguh@dmiprimagama.com

—————————————————————————————

April 2, 2012

PRO KONTRA SELAMA HIDUP

Oleh : Teguh Sunaryo

Direktur DMI PRIMAGAMA INDONESIA

PENGANTAR

Hidup adalah pilihan, karena pilihan itulah maka bisa muncul perbedaan, dan karena perbedaan itulah maka dimungkinkan muncul kreasi dan inovasi. Namun tidak jarang diantara kita tidak cukup memiliki kesiapan mental dalam menyikapi perbedaan hidup (perbedaan pilihan). Dampaknya bisa dilihat adanya diskusi menjadi debat, debat menjadi marah, marah menjadi caci maki, caci maki menjadi benci, dan benci menjadi anarki. Sebenarnya itu tidak perlu terjadi jika semua dalam bingkai etika (kebaikan) dan memahami esensi pro kontra. Ada beberapa pro kontra yang terjadi sejak dari dulu, dan itu menjadi hal yang alami sampai sekarang yang tidak mungkin untuk dihilangkan. Semoga tulisan ini mampu menginspirasi munculnya suatu kearifan bersama.

PRO KONTRA AGAMA DAN KEYAKINAN

Agama, adalah suatu bentuk keyakinan tertinggi yang dimiliki oleh peradaban manusia. Dalam kenyataannya tidak semua orang punya pilihan yang sama terhadap tawaran agama yang ada. Bahkan dalam (include) keyakinannya pun diberikan kebebasan untuk memilih. Jika Tuhan sang pemilik dan pencipta agama saja memberikan kebebasan untuk memilih, apakah manusia akan memaksakan pilihan terhadap apa yang bukan menjadi miliknya ? Keyakinan terhadap agama yang berbeda-beda saja kita bisa menerima, apakah terhadap pilihan yang levelnya lebih rendah dari agama kita akan menafikkannya ? Jadi sangatlah jelas bahwa dalam beragama pun ada pro kontra, jangankan beda agama, dalam agama yang sama pun ada beda aliran bukan ?

PRO KONTRA KELOMPOK DAN KATA-KATA

Tidak ada manusia yang tidak berkelompok, tidak ada yang bisa hidup menyendiri tanpa bantuan orang lain (baik dari keluarga sendiri atau pihak lainnya, secara langsung maupun tidak langsung). Tidak ada orang yang tidak berkomunitas, tidak ada orang yang tidak berjama’ah. Itulah faktanya bahwa manusia selalu hidup berkelompok, dan dalam kelompok itu pasti ada perbedaan, dan karenanya akan muncul adanya kelompok yang lainnya. Itu artinya ada pro dan kontra dalam berkelompok. Bahkan dalam simbol berbahasa pun ada pro dan kontra. Adanya kata-kata seperti :  Saya – Anda; Kami – Kamu; Kita – Mereka; adalah bukti nyata bahwa ada yang berbeda, baik beda keadaan, beda status, beda posisi, beda letak, beda kepentingan dan beda-beda yang lainnya.

PRO KONTRA CARA PANDANG DAN PIKIRAN

Manusia adalah makhluk yang berpikir, dan pikiran manusia pun berbeda-beda. Sejak dahulu pun beda pemikiran sudah muncul. Ada yang rasionalis, ada yang empiris, ada yang dogmatis bahkan ada yang mistis. Ada yang deduktif dan ada yang induktif, ada yang generalis dan ada yang spesialis. Ada yang teoritis dan ada yang praktis. Ada tesa, antitesa dan sintesa. Dari cara pandang yang berbeda itulah akan lahir cara hidup dan gaya hidup yang berbeda pula.

PRO KONTRA KENYATAAN DAN TINDAKAN

Manusia adalah makhluk yang berbudaya, dan setiap negara selalu akan mempertahankan kekhasan setiap budayanya. Dengan demikian akan semakin nyata beda gaya, beda keadaan dan beda cara hidupnya. Dan itu ada dalam kenyataan hidup sehari-hari. Cara makannya, apa yang dimakannya, dan bagimana cara membuat makanannya. Cara berpakaiannya, cara mengenakannya, dan cara mengkonsepkannya (designnya). Ada gaya hidup dan budaya ”hedonisme dan materialisme”, tetapi juga ada gaya hidup dan budaya ”humanisme dan spiritualisme”.

PRO KONTRA ANTARA TRADISI DAN INOVASI

Nilai-nilai baru muncul karena adanya nilai-nilai lama yang terus menerus perlu adanya penyesuain. Nilai-nilai lama yang tidak berubah adalah nilai-nilai kebaikan universal. Sedangkan nilai-nilai instrumentasi, nilai-nilai budaya, terus menerus melakukan tawar menawar antara nilai lama dengan nilai baru. Teknologi sebagai karya manusia sebagai bagian dari nilai intrumentasi selalu melakukan pembaharuan melalui kreasi dan inovasi, yang kesemuanya senantiasa diarahkan pada azas kemanfaatan, kebaikan, kemudahan dan peradaban. Tidak ada kehidupan yang tidak disentuh oleh teknologi, karena kehadirannya selalu membawa kemudahan dan kemanfaatan. Nah anda akan memakai tradisi atau inovasi ? Anda akan menjadi manusia modern atau manusia kuno ? Pilihlah jalan hidup dan cara hidup secara cerdas, cermat, arif dan bijaksana.

HIKMAH DAN KESIMPULAN

Dari beberapa paparan tersebut dapatlah dipetik hikmah dan kesimpulan bahwa hakikat kehidupan adalah perbedaan dan pilihan, kesejahteraan dan kedamaian, kebersamaan sekaligus keberagaman, kemanfaatan dan keikhlasan, termasuk ikhlas untuk berbeda. Nabi Adam yang satu pun melahirkan anak cucu yang berbeda-beda, dan itu adalah kita. Setidaknya walau beda agama masih ada sama keturunan Adamnya, walau mungkin merasa beda keturunan nabi Adamnya masih ada samanya yaitu sama-sama manusianya. Sejauh tidak mencuri, sejauh tidak mengintimidasi, sejauh tidak membunuh, sejauh tidak mengambil hak orang lain, sejauh tidak mengusik ketenangan yang lain dan sejauh tidak anarkis, maka bagimu agamamu bagiku agamaku, bagimu pekerjaamu bagiku pekerjaanku, bagimu amalanmu bagiku amalanku. Perbedaan adalah fakta, pro kontra adalah hal biasa. Semua dari Tuhan dan semua akan kembali kepada Tuhan, maka sebelum kembali itulah sebaiknya kita berkarya menciptakan manfaat yang seluas-luasnya dan yang sebesar-besarnya untuk kesejahteraan, kenyamanan, perdamaian dan peradaban makhluk bernama manusia. Sesungguhnya setiap anak adam adalah bersaudara. Terimakasih.

—————————————————————————————

Tulisan ini dipersembahkan oleh :

Manajemen PT. DMI INDONESIA

(Under Lisence Brainy Lab. PTE. LTD. Singapore & Colaboration With Comcare Group Singapore)

—————————————————————————————

Kantor Pusat DMI :

GRAHA POGUNG LOR

No : 2 – 4 lantai 1

Jl. Ring Road Utara Pogung Lor Yogyakarta

Telp : 0274 – 625 168 ; 530 6600 ; 530 6601

Fax : 0274 – 530 6602

CP : Eko : 085 328 012345 ; Teguh : 085 643 383838

E-mail : teguh@dmiprimagama.com

—————————————————————————————

March 13, 2012

Hello world!

Selamat Datang di Kantor Cabang DMI Primagama.

Kami Lembaga Deteksi Bakat Sidik Jari DMI (Fingerprint Test DMI), adalah satu-satunya Lembaga Tes Bakat yang memiliki Hak Cipta yang pertama di Indonesia dari Kementerian Hukum dan HAM RI.

Lembaga Kami juga satu-satunya Lembaga yang menyediakan layanan purna jual gratis selamanya (lifetime) berupa layanan konsultasi psikologi melalui telepon atau melalui internet online. Layanan tersebut disediakan bagi mereka yang telah mengikuti Tes Bakat DMI. Anda juga dipersilahan untuk berkonsultasi langsung di Kantor Cabang kami atau datang ke Kantor Pusat di Yogyakarta.

Kami turut bersyukur bisa hadir di Kota anda. DMI Primagama yang berkantor pusat di Yogyakarta, selalu berupaya memberikan layanan terbaik bagi putra-putri anda dalam rangka mengenali bakat unggulnya. Kini saatnya anda bisa berkunjung langsung ke Kantor Cabang kami yang selalu ingin dekat dengan keluarga anda.

Jika anda atau putra anda berminat mengikuti Tes Bakat Sidik Jari DMI, silahkan menghubungi Kantor Cabang Kami yang terdekat di Kota anda.

Hormat kami,

Branch Manager

DMI Primagama Indonesia

—————————————————————————————

Terimakasih telah mempercayakan tes bakat putra-putrinya kepada kami

—————————————————————————————

Kenali bakat anda (atau anak anda) melalui fingerprint test DMI Primagama sekarang juga !

—————————————————————————————

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.