Kurikulum

Selama kurikulum formal di sekolah masih bersifat tunggal dan masih terus menerus berubah maka :

  1. Kita tetap harus berupaya mencari kurikulum yang terbaik, dengan indikator kurikulum yang mudah diproses  dan mudah diimplementasikan, menyenangkan bagi siswa untuk tetap pergi bersekolah, dan melahirkan output dan outcomes yang berprestasi dan produktif, serta mampu melahirkan insan yang terampil, mandiri dan berguna bagi nusa dan bangsa.
  2. Kita tetap harus berupaya menemukan kurikulum yang fokus, tepat sasaran, efektif , dan efisien, serta produktif bagi generasi yang akan datang.
  3. Kita harus bisa melengkapinya dengan tambahan “kurikulum informal” di dalam rumah kita sendiri dan “kurikulum nonformal” di luar rumah yang diselnggarakan oleh masyarakat yang memiliki keahlian khusus dalam bidangnya.

Selama kurikulum formal di sekolah belum mampu menciptakan insan yang terampil dan profesional maka :

  1. Kita harus bisa mengoptimalkan kegiatan ekskul di sekolah walau masih dalam keterbatasan falisilitas.
  2. Kita harus mau berkorban mengeluarkan biaya tambahan untuk mengikutkan kursus anak kita di lembaga-lembaga kursus yang bonafide dan profesional.
  3. Kita harus bisa mengenali bakat unggul anak-anak kita agar dalam pengembangan bakatnya bisa lebih fokus, lebih efektif dan efisien dalam pembiayaan, karena tidak harus keliru memilih jurusan kuliah, keliru memilih profesi kerjanya kelak yang akan memakan banyak biaya, dan tenaga serta kerugian waktu yang tidak bisa terulang kembali.

Catatan :

  1. Berkeluh-kesah saja tidaklah cukup, kita harus terus optimis sekaligus berupaya menenemukan proses pembelajaran dan kurikulum yang terbaik dan bermanfaat secara nyata dalam kehidupan sehari-hari bagi generasi muda.
  2. Kita harus membantu anak-anak kita dalam menyiapkan masa depannya secara masksimal.
  3. Kita harus mau berkorban dalam memberikan bekal yang terbaik bagi persiapan masa depannya. Masa depan anak adalah masa depan orangtuanya juga. Kesuksesan suatu generasi adalah juga kemajuan suatu bangsa dan kejayaan suatu negara. Semua berawal dari penggalian potensi diri melalui pengenalan bakat yang akurat, kemudian dikembangkan pada jalur yang tepat.

Manajemen DMI Primagama Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: